Kurangnya informasi baru dapat mengubah persepsi waktu pada otak

Kurangnya informasi baru dapat mengubah persepsi waktu pada otak

Kurangnya informasi baru dapat mengubah persepsi waktu pada otak

Setiap hari, kita terus menerima informasi baru dari lingkungan sekitar kita. Informasi tersebut dapat berupa suara, gambar, aroma, atau sentuhan yang masuk ke otak kita dan diproses untuk membentuk pemahaman tentang dunia di sekitar kita. Namun, apakah Anda pernah memikirkan bagaimana kurangnya informasi baru dapat mempengaruhi persepsi waktu kita?

Sebuah studi baru-baru ini yang dipublikasikan dalam jurnal Neuroscience menemukan bahwa kurangnya informasi baru yang diterima oleh otak dapat mengubah persepsi waktu seseorang. Para peneliti menemukan bahwa ketika seseorang mengalami kebosanan atau kelelahan karena kurangnya stimulasi dari lingkungan sekitar mereka, mereka cenderung merasa waktu berjalan lebih lambat dari biasanya.

Hal ini disebabkan oleh mekanisme otak yang disebut sebagai “internal clock”, di mana otak memproses informasi baru untuk membentuk pemahaman tentang waktu. Ketika otak tidak menerima cukup stimulasi dari lingkungan, internal clock dapat menjadi terganggu dan menyebabkan persepsi waktu yang tidak akurat.

Dalam kehidupan sehari-hari, kurangnya informasi baru juga dapat menyebabkan seseorang merasa bosan atau tidak produktif. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk terus mencari stimulasi baru dan informasi baru untuk menjaga otak kita tetap aktif dan sehat.

Dengan memahami bagaimana kurangnya informasi baru dapat mempengaruhi persepsi waktu pada otak, kita dapat lebih memperhatikan lingkungan sekitar kita dan berusaha untuk terus mencari hal-hal baru yang dapat merangsang otak kita. Dengan begitu, kita dapat menjaga kesehatan otak kita dan merasa lebih produktif dalam menjalani kehidupan sehari-hari.